Mengenal Transaksi Salam

Belajar Akuntansi & Pembukuan Bisnis UKM.

Pelajari Sekarang »

Transaksi Salam

Sebagian besar masyarakat pasti sudah tahu apa itu salam. Salam identik dengan ucapan “assalamualaikum”, ucapan selamat khusus yang diberikan kepada sesama muslim. Tapi, yang dimaksud dengan transaksi salam dalam transaksi syariah tentu berbeda dengan ucapan salam tersebut.

mengenal transaksi salam

Kata salam dalam ucapan assalamualaikum dalam bahasa arab bertuliskan ( سلام ), sedangkan kata salam dalam transaksi syariah bertuliskan ( سلم ). Jadi jelas letak perbedaannya, yaitu terletak pada kata “lam”-nya.

Definisi Transaksi Salam

Lantas apa pengertian salam dalam transaksi syariah?

Salam adalah transaksi jual-beli barang secara pesanan (muslam fiih) dimana penjual (muslam ilaihi) menyerahkan barang dagangannya di kemudian hari sedangkan pembeli melakukan pembayaran pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.

Inti dari transaksi salam adalah penyerahan barang kemudian hari dan pembayaran tunai dilakukan dimuka. Jadi harga sudah ditetapkan diawal, walau penyerahan barang dikemudian hari.

Contoh, Tuan Sugiarso memesan beras pandanwangi type A sebanyak 100 kg kepada tuan Candra dengan harga Rp1.500.000 (Rp15.000/kg) dibayar tunai. Penyerahan barang akan dilakukan seminggu kemudian.

Hukum transaksi salam menurut syariat Islam adalah Boleh, berdasarkan hadist nabi Muhammmad SAW:

Sponsored Ad



“Barang siapa melakukan salaf (salam), hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas, untuk jangka waktu yang diketahui” (HR. Bukhari, Sahih alBukhari [Beirut: Dar al-Fikr, 1955], jilid 2, h. 36).

Yang membedakan salam dengan transaksi gijon atau ijon adalah pada transaksi salam ketentuan terkait spesifikasi, harga, dan waktu penyerahan harus sudah ditentukan diawal transaksi, sedang pada transaksi gijon tidak ditentukan sehingga mengandung unsur gharar. Ketentuan-ketentuan dalam transaksi salam yang telah disepkati mengikat penjual dan pembeli.

Praktik Salam Pada Lembaga Keuangan Syariah

Lantas bagaimana skema salam pada lembaga keuangan syariah (LKS)?

Karena LKS bukanlah perusahaan dagang yang menyediakan barang, maka biasanya untuk memenuhi barang pesanan dengan sistem salam, LKS memesan kembali barang tersebut ke pihak lain (pemasok/suplier) dengan akad salam. Jadi, LKS berperan ganda yaitu sebagai penjual dan juga sebagai pembeli. Skema seperti ini dikenal dengan istilah salam paralel.

Berikut ini adalah ilustrasi skema transaksi salam pada LKS:

skema transaksi salam pada lembaga keuangan syariah

Penjelasan Skema :

  1. Nasabah memesan barang kepada Bank Syariah dengan akad salam
  2. Nasabah menyerahkan dana ke bank syariah sebagai modal salam
  3. Untuk memenuhi kebutuhana pemesanan dari nasabah, bank syariah memesan barang ke suplier
  4. Bank syariah menyerahkan dana ke suplier sebagai modal salam
  5. Bank syariah menerima barang pesanan dari suplier
  6. Bank syariah menyerahkan barang pesanan ke nasabah

Salam paralel boleh dilakukan dengan syarat :

  • Akad salam pertama antara nasabah dan LKS harus terpisah dengan akad salam kedua antara LKS dan suplier.
  • Kedua akad tersebut tidak boleh saling bergantung (ta’alluq).
  • 14
    Shares

1 thought on “Mengenal Transaksi Salam”

Leave a Comment