Ini 5 Bank Syariah Terbesar di Indonesia

Belajar Akuntansi & Pembukuan Bisnis UKM.

Pelajari Sekarang »

Sejak tahun 1992 Indonesia telah menerapkan dua system perbankan (dual banking system), yaitu sejak Bank Muamalat mulai beroperasi. Posisi bank syariah semakin mendapat posisi penting di tanah air, setelah mendapat kepastian hukum melalui UU No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Sejak itu, bank syariah terus berkembang dengan pesat hingga saat ini. Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah (SPS) OJK, tercatat jumlah asset bank syariah  mencapai Rp 489 triliun pada akhir 2018 dan meningkat menjadi Rp 499 triliun pada triwulan ke 2 tahun 2019. Jumlah bank syariah yang beroperasional mencapai 198 bank yang terdiri dari 14 BUS, 20 UUS, dan 164 BPRS.

Lantas bank syariah manakah yang tercatat sebagai bank syariah terbesar di Indonesia ? Berikut ini saya akan sedikit mengulas 5 bank syariah (BUS) terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah asset.

1. PT Bank Syariah Mandiri

PT Bank Syariah Mandiri atau BSM merupakan bank syariah terbesar pertama di Indonesia. Bank yang lahir dari berkah krisis moneter tahun 1998 ini, berdiri pada tanggal 25 Oktober 1999. BSM berdiri dari PT Bank Susila Bakti yang dikonversi menjadi bank syariah dan berubah nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. BSM merupakan anak perusahaan dari Bank Mandiri yang menguasai saham BSM hingga 99%.

Hingga periode 31 Desember 2018 tercatat jumlah asset BSM mencapai Rp 98,34 triliun dan hingga triwulan ke 2 tahun 2019 meningkat ke angka Rp 101 triliun. Jumlah ini menempatkan BSM masuk deretan 15 bank terbesar nasional dari sisi asset.

2. PT Bank Muamalat Indonesia

Bank syariah terbesar ke dua di tanah air dipegang oleh PT Bank Muamalat Indonesia. Bank Muamalat tercatat dalam sejarah menjadi bank syariah pertama yang berdiri di Indonesia pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H. Pendirian Bank Muamalat diprakarsai oleh MUI, ICMI, dan pengusaha muslim serta didukung oleh pemerintah Indonesia. Saham mayoritas bank Muamalat dipegang oleh IDB (32,7%).  

Sponsored Ad



Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2018 jumlah asset bank Muamalat mencapai Rp 57,2 triliun, namun mengalami penurunan pada triwulan ke 2 tahun 2019 menjadi Rp 54,5 triliun.

3. PT BNI Syariah

Anak perusahaan dari PT Bank BNI ini tercatat sebagai bank syariah terbesar ke tiga dengan jumlah asset mencapai Rp 41 triliun pada akhir 2018 dan meningkat menjadi Rp 42,4 triliun pada triwulan ke 2 tahun 2019. Bank BNI Syariah mulai beroperasional pada tanggal 19 Juni 2010 hasil dari spin-off UUS bank BNI.

4. PT BRI Syariah Tbk

Bank syariah terbesar ke-4 ditempati oleh Bank BRI Syariah dengan jumlah asset Rp 37,9 triliun dan mengalamai penurunan pada triwulan ke 2 tahun 2019 menjadi Rp 36,7 triliun. BRI Syariah mulai beroperasional pada 17 November 2008 dan pada tanggal 9 Mei 2018 resmi melantai di Bursa Efek Indenesia (BEI) dengan kode BRIS.

5. PT Bank Aceh Syariah

Cukup menarik, meski baru resmi beroperasional pada 1 September 2016, Bank Aceh Syariah langsung menyodok ke peringkat 5 (lima) sebagai bank syariah di Indonesia. Bank Aceh Syariah merupakan hasil konversi BPD Aceh yang sebelum beroperasional dengan system konvensional. Konversi ini adalah amanah Qanun yang berlaku di Provinsi Aceh. Hasil konversi bank Aceh menjadi mencatatkan beberapa sejarah bagi perbankan syariah di Indonesia diantaranya adalah ini merupakan BPD pertama yang konversi full ke syariah dan pasca bank Aceh konversi untuk pertama kalinya pangsa pasar perbankan syariah melewati 5% secara nasional.

Tercatat hingga 31 Desember 2018 jumlah asset bank Aceh Syariah mencapai Rp 23,2 triliun dan meningkat menjadi Rp 26,1 triliun pada triwulan ke 2 tahun 2019.

Secara berurutan di posisi berikutnya sebagai bank syariah terbesar adalah BTPN Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Mega Syariah, BCA Syariah, Bank NTB Syariah, BJB Syariah, Bukopin Syariah, Bank Victoria Syariah, dan Maybank Syariah.

Semoga bank syariah terus bertumbuh dengan baik ke depannya

Leave a Comment